Anak Bakar Ayah Kandung di Medan, Polisi: Diduga karena Stres Ditinggal Istri Nikah Lagi

Warga setempat sempat dibuat heboh oleh teriakan korban dan lekas bergotong-royong membantu memadamkan api yang membakar tubuh YL dengan menyiramkan air seadanya.
Sementara itu, pelaku yang berusaha kabur langsung dihajar massa sebelum akhirnya diamankan oleh petugas Polsek Sunggal yang tiba di lokasi kejadian.
"Semalam sudah diperiksa, hasilnya pelaku ini stres ditinggal istrinya yang sudah nikah lagi. Lalu, dia merasa enggak adil karena ayahnya lebih memperhatikan ibu tiri," ungkap Herman membeberkan hasil pemeriksaan sementara.
Beruntung, nyawa sang ayah masih dapat diselamatkan dari kobaran api. Korban kini tengah menjalani masa pemulihan setelah sempat mendapatkan perawatan medis.
"Nah, untuk kondisi korban alami luka bakar di kaki dan tangan. Sempat dibawa ke rumah sakit cuma ini sudah pulang di rumah," tambahnya merinci kondisi kesehatan korban.
Kini, pelaku yang hasil tes urinenya dinyatakan positif sebagai pengguna narkoba tersebut telah resmi ditahan di sel tahanan Polsek Sunggal guna menjalani proses hukum lebih lanjut.
Sempat Ngamuk dan Rusak Dua Angkot
Di lain pihak, Kepala Lingkungan VI Kelurahan Lalang, Nanda Amri, mengungkapkan bahwa beberapa saat sebelum nekat membakar sang ayah, pelaku ternyata sempat membuat keributan di kawasan Simpang Kampung Lalang.
"Ada dua angkutan yang dirusaknya. Enggak tahu ribut soal apa. Tiba-tiba pelampiasannya ke orangtua," ucap Nanda saat memberikan keterangan.
Nanda menuturkan, riwayat konflik antara anak dan ayah ini sebenarnya sudah terjadi sejak beberapa hari sebelumnya. Pelaku diketahui sempat terlibat cekcok mulut karena memaksa orangtuanya untuk membelikan sebuah mobil.
"Padahal ekonomi keluarganya sulit. Memang meresahkan dia ini karena residivis, bolak balik masuk penjara. Masalah kekerasan dan narkoba," ujarnya menutup pembicaraan.
Sebelumnya: Curhatan di Status WhatsApp Bongkar Aksi Ketua RT di Lumajang yang Diduga Perkosa Anak 14 Tahun
Selanjutnya: Gunung Anak Krakatau Siaga, Disparekraf Lampung Evaluasi Festival Krakatau 2026
Artikel Terkait
- FIFA Jual Rumput Lapangan Final Piala Dunia 2026, mulai Rp 8 Juta
- Dedi Mulyadi Minta Wacana SPP di SMA dan SMK Negeri Dikaji Dulu, Ingatkan Optimalkan Dana BOS
- AI Akan Bantu Peneliti, Bukan Menggantikan Perannya
- Penambang Timah Diterkam Buaya Saat Pindahkan Ponton di Sungai Bangka
- Kasus JPO Tendean Jadi Alarm Lemahnya Pengawasan Kendaraan ODOL
- Presiden Prabowo Minta Seluruh Layanan Publik yang Memungkinkan Tersedia secara Digital
- Pramono Lantik 239 Pejabat Fungsional, Minta Tinggalkan Warisan Kinerja bagi Kemajuan Jakarta
- 5 Tips Meal Prep untuk Pemula, Lengkap dengan Ide Menu Rp 200.000 Seminggu
