4 Orang Masih Terjebak di Ledakan Grand Polonia Medan, 2 Sudah Dievakuasi

Polisi menyebut ada enam orang diduga terjebak di dalam rumah mewah yang berada di lokasi ledakan perumahan Grand Polonia, Medan, Sumatera Utara. Dua orang di antaranya sudah dievakuasi.
"Saat ini, data yang kami dapatkan ada 6 orang yang tinggal di dalam. Dari 6 orang itu, seorang bapak berhasil dievakuasi, seorang anak balita sampai saat ini masih dirawat di salah satu rumah sakit," kata Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak dilansir detikSumut, Senin .
Sementara itu, empat orang lainnya diduga masih berada di dalam rumah. Sejauh ini, pihak kepolisian bersama sejumlah pihak masih berupaya mengevakuasi para korban.
"Data yang kami dapat, dari yang selamat merupakan orang tua seorang bapak dari pemilik rumah, masih ada di dalam istri pemilik rumah. Lalu, ada dua atau 3 ART lainnya. Informasinya ada 3 ART, tapi kita ingin memastikan, tapi informasinya demikian," sambung Calvijn.
Sejauh ini, kata Calvijn, pihaknya belum menerima informasi korban selain yang berada di dalam rumah bernomor 3B itu.
Diketahui, ledakan terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Saat ini, polisi masih menyelidiki ledakan ini, tapi dugaan awal ledakan ini terjadi karena kebocoran pipa gas tanam.
Simak lengkapnya di sini.
Simak juga Video 'Ledakan Terjadi di Perumahan Elite Medan, Rumah Hancur':
[Gambas:Video 20detik]
Sebelumnya: KPK Tak Banding Vonis 2 Tahun Penyuap Pejabat Bea Cukai Rp 91,7 M
Selanjutnya: Gempa M 4,8 Guncang Sukabumi, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
Artikel Terkait
- Gaspol! Hari Ini: Adi Prayitno Menerawang Lawan Prabowo di 2029
- Adik Keisya Levronka Ungkap Kondisi Pascainsiden Jatuh dari Lantai 6: Masih Terhambat Beraktivitas
- Pemerintah Tawarkan Proyek PLTS 100 GW ke Investor China
- Menaikkan Gaji Kepala Daerah, antara Etika, Fiskal, dan Beban Kerja
- Kertajati Didorong Menjadi Pengungkit Ekonomi Kawasan Rebana
- Polri Resmi Serahkan Barbuk dan Tersangka Kasus Eks Jampidsus ke Kejagung
- Bandara Husein Sastranegara Kini Layani Rute Langsung ke 8 Kota Indonesia
- Primata Kunci Cegah Kepunahan Massal akibat Perubahan Iklim
