Tak Semua Mobil Bisa Dibuatkan Kunci Immobilizer Cadangan

Terkendala Ketersediaan Software
"Kalau ditanya yang paling susah sebenarnya mobil yang jarang. Jarang peminatnya, mobilnya tidak ada yang punya. Cuma ada satu atau dua unit. Sedangkan kita software-nya tidak ada. Kita mesti beli software-nya, kemudian harganya tidak sesuai. Itu yang paling susah," ujar Raymond, saat ditemui di Jakarta Utara, belum lama ini.
Menurut dia, setiap merek, bahkan beberapa model kendaraan, membutuhkan software yang berbeda untuk proses pemrograman smart key maupun immobilizer.
Karena itu, bengkel spesialis belum tentu memiliki seluruh perangkat lunak yang dibutuhkan, terutama untuk mobil dengan populasi yang sangat terbatas.
kompas.com/nanda Raymond Lie - Komandan Key
Biaya Software Jadi Pertimbangan
Raymond mengatakan, harga software untuk menangani sistem immobilizer tidak murah. Sementara permintaan untuk model tertentu juga sangat minim.
Akibatnya, pembelian software baru sering kali tidak sebanding dengan jumlah kendaraan yang akan ditangani.
"Software ada, harganya tinggi. Tapi ternyata permintaannya tidak ada. Misalkan terlalu jarang mobilnya. Software-nya lebih mahal daripada harga yang saya tawarkan," kata Raymond.
Karena itu, pemilik kendaraan yang menggunakan model langka disarankan memastikan kunci bawaan tetap terjaga dengan baik. Pasalnya, apabila membutuhkan duplikasi, prosesnya bisa lebih sulit, membutuhkan waktu lebih lama, atau bahkan harus dikerjakan menggunakan perangkat khusus yang tidak dimiliki semua bengkel spesialis.
Meski demikian, untuk mobil dengan populasi yang cukup banyak di Indonesia, proses duplikasi kunci immobilizer umumnya dapat dilakukan karena perangkat dan software yang dibutuhkan sudah tersedia.
Sebelumnya: Legislator Gerindra Salurkan Bantuan untuk Gebyar Muharam 1448 H di Banyumas
Selanjutnya: Pelaku Penusukan Acak Beraksi di 5 Lokasi di Tangerang
Artikel Terkait
- Kantor Disegel, Bupati Lombok Barat Ternyata Kena OTT KPK
- 6 Kebiasaan Sehari-hari Orang Jepang yang Bikin Panjang Umur hingga 100 Tahun
- Waka BGN Minta Waktu ke Mitra SPPG untuk Tata Program MBG
- Kisah Pilu Wanita di Bekasi: Cari Perlindungan dari Kekerasan Ibu, Jadi Korban Kekerasan Seksual Paman
- Setahun Eksploitasi Bug PayPal untuk "Curi" Laptop, Pelaku Akhirnya Serahkan Diri ke Polisi
- Prabowo Terkesan CEO Inpex Bisa Bahasa Indonesia: Tak Banyak yang Mau Belajar
- Eks Dirjen Pajak Kritik Kenaikan Pajak Air Tanah di Kabupaten Bogor
- HUT Ke-344 Bandar Lampung, Sekjen Kemendagri Ajak Perkuat Ekonomi Daerah
