Burnham Langsung Telepon Trump Usai Resmi Jadi PM Inggris

Andy Burnham telah resmi diangkat menjadi Perdana Menteri Inggris baru menggantikan Keir Starmer. Tak lama setelah dilantik, Burnham melakukan teleponan pertamanya dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Dilansir AFP, Senin , juru bicara Burnham menyebut ia menekankan komitmennya terhadap pertahanan dan keamanan saat bicara dengan Trump.
" mengatakan bahwa memastikan keamanan Inggris dan sekutunya adalah prioritas utamanya," kata jubirnya.
Dia menambahkan bahwa perdana menteri baru tersebut mengundang Trump untuk mengunjungi kota asalnya, Manchester.
" di masa mendatang," kata dia.
Diketahui, Burnham telah mendatangi Raja Charles III pada Senin . Dia menerima tawaran raja untuk segera membentuk pemerintahan baru di bawah kepemimpinannya.
Momen pertemuan Raja Charles III dan Burnham itu dibagikan dalam akun Instagram resmi Kerajaan Inggris dilihat, Senin . Terlihat keduanya berjabat tangan di dalam bangunan Istana Buckingham.
"Yang Mulia Raja menerima audiensi Yang Terhormat Andrew Burnham MP dan memintanya untuk membentuk pemerintahan baru. Yang Terhormat Andrew Burnham MP menerima tawaran Raja dan mencium tangan setelah pengangkatannya sebagai Perdana Menteri dan Menteri Keuangan Pertama," tulis keterangan tersebut.
Sebelumnya: Prediksi Cristian Carrasco untuk Final Piala Dunia Spanyol Vs Argentina
Selanjutnya: Sidak RSUD Soewandhie Surabaya, Eri Cahyadi Minta Pelayanan Obat Dipercepat
Artikel Terkait
- DKI Mulai Tutup 2 Zona Aktif Bantargebang, Open Dumping Dihentikan Bertahap
- Warga Tangkap Pelaku Curanmor yang Bawa Airsoft Gun di Tanjung Priok Jakut
- Prabowo Ingin Perbaikan MBG Dikaji Matang dan Tak Terburu-buru
- 4 Zodiak yang Disebut Paling Suka Mengatur, Scorpio Masuk Daftar
- Lewat Vicon, Prabowo Minta Maaf Tak Hadiri Langsung Groundbreaking Abadi Masela
- Viral Kolesom Jumbo di Jaksel yang Menurut LPPOM Haram, Ini Alasannya
- Prabowo Ingin Perbaikan MBG Dikaji Matang dan Tak Terburu-buru
- Bangun Batch 3 IKN, Basuki Minta Tambahan APBN Rp 2,7 Triliun
