Konflik Adonara, Menteri HAM Dorong Penyelesaian Lewat Pendekatan Budaya

Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai mengerahkan tim dari Kantor Wilayah Kementerian HAM Nusa Tenggara Timur bersama Staf Khusus Menteri untuk memantau langsung bentrokan yang terjadi di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk penanganan konflik yang menimbulkan korban jiwa dan kerugian materiil. Berdasarkan laporan sementara, bentrokan antar dua desa tersebut mengakibatkan sedikitnya tiga orang meninggal dunia, sejumlah warga mengalami luka-luka, serta puluhan rumah terbakar.
Dalam pemantauan di lapangan, tim KemenHAM akan menggali kondisi masyarakat pascakonflik sekaligus mengidentifikasi langkah yang diperlukan untuk mendukung penyelesaian secara damai.
Menteri HAM Natalius Pigai mengatakan penyelesaian konflik di Adonara perlu mengedepankan pendekatan yang sesuai dengan karakter masyarakat setempat.
"Berdasarkan pengalaman menangani kasus di sana, kami menilai pendekatan melalui solusi budaya jauh lebih efektif daripada pemolisian," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu .
Ia menjelaskan, pendekatan berbasis budaya dinilai dapat membantu membangun kembali kepercayaan masyarakat serta mencegah konflik serupa kembali terjadi. Pelibatan tokoh adat, tokoh agama, dan unsur masyarakat menjadi bagian penting dalam proses penyelesaian.
Kementerian HAM RI akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, serta para tokoh masyarakat untuk memastikan proses penanganan berlangsung secara damai dengan tetap menghormati hak asasi manusia.
Pemerintah juga berharap kondisi di Adonara segera kembali kondusif sehingga masyarakat terdampak dapat menjalankan aktivitas secara normal.
Lihat juga Video 21 Orang Jadi Tersangka Bentrok Berdarah di Flores Timur
[Gambas:Video 20detik]
Sebelumnya: Bakal Periksa Bobby Rizaldi, KPK Pastikan Kerja Sama dengan BPK Tak Terganggu
Selanjutnya: Sungai Kampar di Riau Tercemar Tambang Emas Ilegal di Sumbar, Walhi: Aparat Harus Cepat Bertindak
Artikel Terkait
- Kemlu RI Ucapkan Duka Cita Meninggalnya Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad
- Menteri HAM Pigai Usul Pembentukan Komnas Masyarakat Adat
- Wapres AS Blak-blakan, Sebut Epstein Punya Koneksi ke Mossad dan CIA
- Rincian Utang Rp 1,6 Triliun BGN Era Dadan: Bayar EO, Unhan, hingga Sendok
- 115 Napi Risiko Tinggi dari Sulsel dan Jatim Dikirim ke Nusakambangan
- Polisi Usut Penyebab KM Nurul Salsa Tenggelam, Pencarian Korban Masih Berlanjut
- Pemerintah Hapus Tarif Naturalisasi WNA Khusus untuk Kepentingan Negara
- Momen Waterloo Mbappe dan Perancis di Piala Dunia 2026
