Bandara Gewayantana Ditutup akibat Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki

Menurut Puguh, operasional bandara dihentikan hingga Senin (20/7/2026). Selanjutnya, operasional akan dievaluasi sesuai perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki.
"Akan dievaluasi menyesuaikan dinamika erupsi yang terjadi," katanya.
Gunung Lewotobi Meletus Tiga Kali
Sementara itu, Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-laki melaporkan gunung api tersebut mengalami tiga kali erupsi pada Minggu, dalam periode pukul 06.00 Wita hingga 12.00 Wita.
Petugas Pos PGA Lewotobi Laki-laki, Satria Nugroho Wicaksana, mengatakan letusan menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 300 meter di atas puncak.
"Teramati 3 kali letusan dengan tinggi 300 meter dan warna asap kelabu," kata Satria.
Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal terpantau mengarah ke utara dan timur laut.
Secara visual, kawasan puncak gunung terlihat jelas hingga berkabut. Asap kawah berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang teramati mencapai ketinggian sekitar 50 hingga 100 meter di atas puncak.
Status Masih Level III Siaga
Satria menegaskan, hingga saat ini tingkat aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki masih berada pada Level III (Siaga).
Otoritas terkait terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik untuk menentukan langkah mitigasi, termasuk evaluasi terhadap operasional Bandara Gewayantana Larantuka.
Sebelumnya: Pemerasan Bupati Sukoharjo Diduga 'Tradisi' Suami, KPK: Modusnya Copy Paste
Selanjutnya: Investasi Hilirisasi Tembus Rp 300,1 Triliun di Semester I 2026
Artikel Terkait
- Jadwal KRL Solo-Jogja pada 21, 22, dan 23 Juli 2026, Lengkap dari Palur ke Tugu
- SMA Unggul Garuda Baru Mulai Beroperasi, Kemendikti Sambut Siswa di Konawe Selatan dan Bulungan
- Daun Kelor Dilarang Dikonsumsi di Australia tapi Populer di Indonesia, Mengapa Bisa Demikian?
- Polrestabes Medan Bongkar Modus Sindikat Pemerasan Berkedok Seksual yang Picu Tewasnya ASN
- Bos Laundry di Jaksel Bantah Tahan Ijazah Karyawan, Akui Masih Ada Dokumen Tersimpan
- 3 Rekor Lionel Messi yang Pecah di Piala Dunia 2026
- Memaki dan "Berdoa"
- Mogok Jualan 3 Hari, Pedagang Daging Sapi Lamongan Minta Kepastian Harga
