Liburan ke Jepang Makin Mahal, Pajak Keberangkatan Naik 3 Kali Lipat

Pengecualian diberikan kepada anak berusia di bawah dua tahun, sementara beberapa tiket yang diterbitkan sebelum kebijakan berlaku masih dikenakan tarif lama sesuai ketentuan yang berlaku.
SHUTTERSTOCK/IKUNI Gerbang torii di Kuil Fushimi Inari, Kyoto, Jepang.
Upaya atasi overtourism
Pemerintah Jepang menyebut kenaikan pajak dilakukan untuk menghadapi lonjakan jumlah wisatawan internasional yang memicu fenomena overtourism di sejumlah destinasi populer seperti Tokyo, Kyoto, Osaka, dan Gunung Fuji.
Dana tambahan dari pajak ini akan digunakan untuk meningkatkan kualitas layanan pariwisata sekaligus mengurangi dampak kepadatan wisatawan.
Baca juga: Baca juga:Langkah ini merupakan bagian dari upaya Jepang untuk mengatasi pariwisata berlebihan seiring dengan terus meningkatnya jumlah kedatangan wisatawan internasional.
Pendapatan tambahan tersebut akan digunakan untuk meningkatkan infrastruktur pariwisata, mengurangi kemacetan di destinasi populer, memperkuat fasilitas imigrasi, dan mempromosikan perjalanan ke daerah-daerah yang kurang dikenal.
Pendapatan Jepang diperkirakan meningkat tajam
Sebelum tarif baru diberlakukan, pajak keberangkatan menghasilkan sekitar 49 miliar yen, atau setara sekitar Rp 5,39 triliun, pada tahun fiskal 2025.
Setelah tarif dinaikkan menjadi 3.000 yen, pemerintah Jepang memperkirakan penerimaan meningkat menjadi sekitar 130 miliar yen, atau sekitar Rp 14,3 triliun, pada tahun fiskal 2026.
Dana tersebut akan digunakan untuk mengembangkan infrastruktur pariwisata, meningkatkan fasilitas di bandara, serta memberikan kenyamanan yang lebih baik bagi wisatawan.
Baca juga: Baca juga:Sebelumnya: Jerman Waspadai Daftar Mati 13 Tokoh Dunia yang Dirilis Media Iran
Selanjutnya: Warga Bogor Dilanda Kekeringan, Terpaksa Mandi dan Nyuci Pakai Air Sungai
Artikel Terkait
- Bakal Periksa Bobby Rizaldi, KPK Pastikan Kerja Sama dengan BPK Tak Terganggu
- 5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini
- Ritel Mau Berburu Cuan? Ini Pilihan 8 Saham Prospektif, Ada yang Potensi Naik 44,7 Persen
- DPRD Jabar Setujui Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025 Jadi Perda
- Kemendes dan 10 Asosiasi Desa Gelar Seminar Nasional KDKMP
- 5.000 Batang Ganja di Temukan di Yahukimo Papua, Pelaku Diburu
- Baru 30 RDTR Bali Terintegrasi OSS, Kementerian ATR/BPN Minta Percepatan
- Kapolri Serap Aspirasi Ojol hingga Pecalang Bali, Ajak Optimalkan Layanan 110
